b33f25f3-c56e-48a2-88e7-67df35b33991_20251113225701915

MANADO, RADARNEWSSULUT.COM — Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) berkomitmen memperkuat konektivitas daerah-daerah yang belum memiliki infrastruktur digital yang memadai.
Dalam Forum Akselerasi Infrastruktur Digital yang diadakan di Wisma Negara Manado, Kamis (13/11/2025).

Daerah tersebut antara lain Kepulauan Nusa Utara yang meliputi tiga kabupaten yakni Kep. Sitaro, Kep. Sangihe dan Kep. Talaud di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto mengungkapkan, proyek Palapa Ring yang sudah berjalan kembali digenjot.

Secara khusus, Palapa Ring Tengah yang meliputi wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Wayan mengatakan, putusnya kabel fiber optik yang menghubungkan Manado-Ondong-Siau juga turut jadi prioritas

Komdigi bertekad, jaringan Palapa Ring barat, tengah dan timur dapat terhubung sehingga memperkuat layanan telekomunikasi digital.

Wayan mengungkapkan, sejauh ini cakupan sinyal telekomunikasi telah menjangkau 98 daerah yang berpenghuni. Sedangkan jangkauan fiber optik telah mencapai 50 persen dari area berpenduduk.

“Masih ada sekitar tiga ribu desa yang belum ada sinyal telekomunikasi dan itu tantangan kita,” kata Wayan

Guna mendorong penyelesaian proyek ini, Komdigi bekerja sama dengan pelaku industri telekomunikasi termasuk swasta dan Pemprov Sulawesi Utara. “Khusus untuk 57 kabupaten kota yang belum sama sekali akan dilayani oleh Program Bakti,” terang dia.
Dalam sesi tanya jawab, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE (YSK) mengatakan, atas nama pemerintah Provinsi Sulut kami sangat menerima dengan baik, ” kami sangat berterima kasih dengan adanya proyek dari Kementrian yang masuk ke Sulut, apalagi mengenai internet, saat ini kita tau bersama perlu adanya modernisasi, teknologi yang melambung pesat, sehingga perlu adanya signal yang bagus untuk pengunaan internet. dengan adanya program ini betul betul sangat membantu bagi masyarakat,” ungkap YSK
Dia pun menambakan, tak hanya masyarakat yang nantinya menerima manfaat ini, tapi pemerintah ikut turut merasakan adanya perubahan siknifikan terkair kecepatan internet. ” sangat sangat membantulah bagi parah ASN yang nantinya melakukan pekerjaan, tidak lalod lagi soal internet, apalagi di daerah kepulauan, sangat perlu sekali pengembangan internet, untuk itu atas nama pemerintah Provinsi Sulut, saya ucapkan terima kasih.

(*)

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *