IMG-20251214-WA0015

MINAHASA, RADARNEWSSULUT.COM — Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSac dengan penuh haru, dan sukacita menyelimuti Gereja Katolik St Fransiskus Xaverius Pineleng, Minggu, (14/12). Umat paroki mengikuti Perayaan Sakramen Krisma.

Misa Krisma ini dirangkaikan dengan Pesta Pelindung Paroki St Fransiskus Xaverius yang setiap tahunnya diperingati pada 3 Desember, menjadikan perayaan semakin bermakna bagi seluruh umat Paroki Pineleng.

Sebanyak 114 para krismawan dan krismawati tampak anggun dan penuh kesiapan, didampingi orang tua, wali, serta umat yang memadati gereja sejak pagi hari.

Dalam homilinya yang menyentuh dan membumi, Mgr Rolly Untu MSC mengajak para krismawan dan krismawati untuk tidak sekadar bangga menerima Sakramen Krisma, tetapi sungguh menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa Krisma adalah panggilan untuk menjadi dewasa dalam iman dan berani bersaksi di tengah tantangan zaman.

Uskup Manado itu kemudian menguraikan makna SBIT sebagai pegangan hidup bagi setiap orang yang telah dimeteraikan dengan Roh Kudus.

“Pertama, Serupa. Kita dipanggil untuk semakin menyerupai Kristus dalam cara berpikir, berkata, dan bertindak. Krisma bukan akhir, tetapi awal perjalanan untuk hidup seperti Yesus,” tutur Uskup.

Kedua, Bangga, bukan dalam arti kesombongan, melainkan rasa syukur dan keberanian mengakui identitas sebagai orang Katolik.

“Bangga sebagai murid Kristus berarti tidak malu menunjukkan iman, sekalipun berbeda dengan arus dunia,” lanjutnya.

Ketiga, Integritas, yakni kesatuan antara iman dan perbuatan. Uskup mengingatkan agar para krismawan dan krismawati tidak menjadi pribadi yang bermuka dua.

“Apa yang kalian doakan di gereja, itulah yang harus kalian hidupi di rumah, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat.”

Terakhir, Tanggung Jawab. Menurut Uskup, Sakramen Krisma menjadikan umat rekan sekerja Gereja.

“Kalian bertanggung jawab atas Gereja, atas sesama, dan atas masa depan iman itu sendiri. Jadilah terang dan garam di mana pun kalian berada,” tegasnya.

Perayaan Ekaristi berlangsung semakin syahdu dengan iringan koor STF Pineleng yang melibatkan para frater dan katekis.

Alunan lagu-lagu liturgi yang dibawakan dengan penuh penghayatan mengantar umat masuk dalam suasana doa yang mendalam, terutama pada saat pengurapan minyak krisma.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki St Fransiskus Xaverius Pineleng, Pst Maxi Manewus Pr menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Krisma yang dirangkaikan dengan pesta pelindung paroki.

Ia menegaskan bahwa momen ini menjadi tanda kedewasaan iman umat sekaligus buah dari kerja bersama seluruh elemen paroki.

“Partisipasi umat sungguh luar biasa. Terima kasih untuk kita semua dan seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari panitia, katekis, koor, hingga umat yang dengan setia mendukung dan mendoakan,” ungkap Pastor Paroki.

Ia juga berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam perayaan ini terus dipelihara.

“Semoga kita dapat saling mendukung dan membantu untuk rencana-rencana Paroki ke depan, demi pelayanan yang semakin hidup dan relevan,” tambahnya.

Mewakili para wali krismawan dan krismawati, Dr Valen Lumowa menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih yang mendalam atas terselenggaranya Sakramen Krisma di Paroki St Fransiskus Xaverius Pineleng.

Dr Valen menegaskan bahwa perayaan Krisma bukan hanya momen penting bagi anak-anak yang menerima sakramen, tetapi juga menjadi peristiwa iman bagi seluruh keluarga.

“Hari ini kami, para orang tua dan wali, bersyukur karena anak-anak kami diteguhkan oleh Roh Kudus. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal tanggung jawab baru bagi mereka sebagai pribadi Katolik yang dewasa dalam iman,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Paroki, para imam, frater, katekis, serta seluruh panitia yang telah dengan setia mendampingi proses pembinaan hingga perayaan Krisma dapat terlaksana dengan baik.

Menurut Dr Valen, peran orang tua dan wali tidak berhenti pada hari perayaan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi, memberi teladan, dan mendukung anak-anak kami agar nilai-nilai iman yang mereka terima hari ini sungguh dihidupi dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap para krismawan dan krismawati mampu menghayati pesan SBIT yang disampaikan Uskup sebagai pedoman hidup.

“Kiranya mereka bertumbuh menjadi generasi yang serupa dengan Kristus, bangga akan imannya, berintegritas, dan bertanggung jawab, sehingga kehadiran mereka membawa berkat bagi Gereja dan lingkungan sekitar,” tutup Dr Valen Lumowa.

Perayaan Krisma di Paroki Pineleng bukan hanya menjadi agenda liturgis, tetapi juga peristiwa iman yang mempererat persaudaraan umat.

Di wajah para krismawan dan krismawati terpancar harapan baru, menjadi generasi Katolik yang serupa dengan Kristus, bangga akan imannya, berintegritas, dan bertanggung jawab di tengah Gereja dan masyarakat.

(*)

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *