b33f25f3-c56e-48a2-88e7-67df35b33991_20260130234407256

RATATOTOK, RADARNEWSSULUT.COM–
Informasi keberadaan tujuh personil Deninteldam XIII/Mdk Kodam di lokasi tambang Kevin, Ratatotok, Minahasa Tenggara mendapat bantahan Komandan Tim Khusus (Dantimsus) Denintel, Letnan Sultan.
Menurut penjelasan Sultan, Jumat (30/1/20269), pihak tidak pernah dibayar Kevin untuk menjaga tambang tersebut. Namun keberadaan tujuh personil yang dipimpinnya itu merupakan bagian dari kinerja monitoring satuan untuk mencegah potensi konflik.
“Kami tidak dibayar Ko Kevin, seperti yang diberitakan sebelumnya. Kami hadir karena saat monitoring, muncul informasi ada potensi konflik karena massa yang mulai berdatangan karena masalah tanah,” tegas Sultan di Manado, Jumat malam.
Sultan juga mengatakan tuduhan TNI buang tembakan di lokasi itu cuma fitnahan.
“Karena begini, di video itu bunyi tembakan dari laras panjang sedangkan kami tidak difasilitasi dengan laras panjang,” tutur Sultan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, teridentifikasi sekitar kurang lebih 25 orang yang diduga sebagai preman. Menurut keterangan Lettu Cba Sultan, kelompok tersebut diduga kuat memiliki rencana untuk melakukan tindakan kekerasan di wilayah Kecamatan Ratatotok, sehingga perlu dilakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Makanya kami turun lapangan untuk mencegah potensi konflik,’ ujar Sultan. (*)

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *