b33f25f3-c56e-48a2-88e7-67df35b33991_20260113005050383

BITUNG, RADARNEWSSULUT.COM — Warga Desa Pinasungkulan mendatangi pusat aktivitas pertambangan PT Meares Mining Soputan/Tambang Tondano Nusajaya (MSM/TTN), Senin (12/1/2026) siang.
Pantauan redaksi saat berada dilokasi, Warga bergerak secara masif dari kelurahan Pinasungkulan menggunakan transportasi jenis Rambo. Tiba di lokasi tambang, warga berteriak mendesak pekerja agar menghentikan operasi. Warga beralasan lokasi yang menjadi pusat pertambangan saat ini adalah Hutan Lindung Pinasungkulan. Sebelum MSM / TTN beroperasi lokasi itu sudah menjadi wilayah pertambangan rakyat (WPR). Tapi tiba-tiba MSM menggunakan tangan aparat kepolisian untuk menangkap warga dengan alasan sudah menjadi lahan yang dikelola PT MSM/TTN.
“Itu hutan lindung. Banyak tanaman kayu hitam. Masa kami cari makan kalian usir. MSM seenaknya menambang dan merusak hutan lindung,” teriak sejumlah warga Pinasungkulan.
Selanjutnya, masyarakat meminta Gubernur Yulius Selvanus Komaling untuk mencari solusi yang tepat bagi masyarakat.
“Ini tanah nenek moyang kami yang kemudian beralih status jadi hutan lindung. Terus apakah kami harus menderita di atas tanah sendiri. Kami minta pemerintah tunjuk wilayah pertambangan rakyat (WPR) dan berikan jaminan agar MSM tidak lagi memakai tangan aparat untuk menangkap warga kami,” pinta Theresia Koroh.

Kepada redaksi, warga lain juga menyebut perlu juga perusahan ketahui, 75% warga yang bekerja disini adalah bermarga Sigar dan Komaling,” Hampir semua kami pekerja adalah keluarga Presiden Prabowo dan keluarga Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling. Kami juga berharap Presiden Prabowo dan Gubernur YSK dapat memperhatikan kami keluarga. Kami telah ditindas oleh perusahan raksasa. Hutan yang kami jaga, dirusak oleh PT. MSM/TTN. Mata pencarian kami dirusak, tidak diberi akses, padahal batas wilayah produksi perusahan sanagat jauh dari lokasi yang mereka serobot. Aparat Penegak Hukum, jangan hanya diam.” tutur Feydi Tumbel warga Pinasungkulan.
Sampai berita ini muat, redaksi masih berupaya melakukan klatifikasi ke pihak perusahaan.

(REDAKSI)

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *