
MANADO, RADARNEWSSULUT.COM — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank SulutGo (BSG) kemarin menjadi perbincangan hangat di ruang publik dan media sosial.
Hal ini menyusul pergantian Komisaris Utama (Komut) BSG dari Ramoy M. Luntungan (RML) kepada G.Vicky Lumentut (GSVL).
Beragam spekulasi pun bermunculan. Sebagian pihak menilai pemberhentian RML terkesan tidak adil, bahkan dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu.
Menanggapi polemik tersebut, Aktivis Sulawesi Utara, Calvin Castro, menilai pro dan kontra dalam dinamika publik merupakan hal yang wajar.
Namun, menurutnya, masyarakat perlu melihat persoalan ini secara objektif dan dari berbagai sudut pandang.
“Perbedaan pendapat di tengah masyarakat itu biasa. Tapi kita harus melihat dulu dari sisi mana pemberhentian RML sebagai Komisaris Utama BSG ini terjadi,” ujar Castro.
Ia menegaskan, pergantian jabatan strategis di tubuh perbankan tidak mungkin dilakukan tanpa alasan yang kuat dan melalui mekanisme resmi.
“Pasti ada penyebab sehingga RML tidak lagi menempati posisi Komisaris Utama. Tidak mungkin seseorang diberhentikan begitu saja tanpa dasar. Bisa saja karena evaluasi kinerja atau pertimbangan lain yang menjadi kewenangan pemegang saham,” tegasnya.
Castro juga mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menggiring opini seolah-olah keputusan RUPS sarat dengan kepentingan tertentu.
Sebelum mengetahui fakta dan pertimbangan yang melatarbelakanginya
(*)
