
MANADO, RADARNEWSSULUT.COM – – Ketika Aktivis ternama Sulut Calvin Castro menjadi bakal calon Ketua KONI Manado timbul beragam reaksi dari kubu Wakil Walikota Manado dr Richard Sualang.
Pasca Staf Kusus Gubernur Recky Langie dan Christian Yokung antar Calvin Castro, keesokan harinya, Pemilik akun Facebook Breinda Enda yang teridentifikasi berkerja sebagai sopir Sualang mulai menghamburkan penggalan video lama yang isinya peristiwa penangkapan Calvin Castro oleh Resmob Polda Sulut pada tahun lalu di Kawasan Megawas.
Penelusuran redaksi, video tersebut muncul dari dapur lawan Calvin Castro yang dipegang sejumlah orang untuk selanjutnya dipakai menyerang Castro.
Menanggapi penyebaran video tersebut, Calvin Castro hanya menegaskan urusan itu sudah lama clear.
Ia mengatakan diri pernah ditangkap Resmob karena sebuah urusan yang melibatkan oknum wartawan dan mafia solar ternama di Sulut.
“Jadi dalam suatu waktu, salah satu wartawan meminta tanggapan saya sebagai aktivis soal bisnis gelap solar subsidi. Saya persilahkan dia menulis secara terukur. Dan setelah berita itu keluar, ada oknum wartawan lain yang kemudian menghubungi mafia solar berinisial FL alias Fokla untuk menyiapkan uang tunai Rp 100 juta untuk take down berita. Tanpa sepengetahuan Calvin Castro, oknum wartawan itu memaksa Fokla untuk mengantar uang ke sebuah rumah makan di kawasan Megamas.
Fokla yang gerah karena diintimidasi wartawan kemudian menghubungi Resmob untuk siap siaga di lokasi yang ditunjuk wartawan tersebut. Seketika ketika Fokla tiba di lokasi dan langsung melepas tas plastik uang ke samping Calvin Castro. Resmob langsung menangkap Calvin tanpa kompromi.
Selanjutnya Calvin diperiksa di Polda Sulut termasuk wartawan yang menjadi sumber awal masalah tersebut.
“Saya tidak pernah meminta uang sejumlah itu. Dan tidak ada bukti chatingan soal jumlah uang. Itu urusan media dan wartawannya. Karena itulah secara saya menuntut pemulihan nama baik saya. Urusan uang dan jumlah nominal termasuk hapus berita itu inisiatif wartawan dan mafia solar tanpa konfirmasi ke saya. Tapi nama kompetisi yang bernuansa politik video yang tidak terverifikasi juga dipakai untuk menyerang orang. Ini yang saya alami sekarang,” jelas Calvin Castro.
Kemudian lanjut Calvin, dalam peristiwa penangkapan itu, Fokla tidak menyerahkan uang ke tangannya tapi melepas begitu saja di meja dan kabur.
“Uang nyanda kase pa kita tapi Fokla bilang mo taruh dimana ini, kita nda respon. Kemudian Fokla taruh di kursi samping kiri tempat saya duduk dan Fokla langsung jalan keluar tiba-tiba Resmob langsung masuk melakukan OTT kepada Saya,” terang Calvin.
Selanjutnya setelah BAP keluar, Polda memutuskan terbit surat perintah pelepasan penangkapan karena tidak cukup bukti.
Nah untuk soal ini Calvin mengatakan dirinya menghormati sikap kepolisian yang mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Secara pribadi saya tentu berterima kasih kepada Polda Sulut yang melakukan penyelidikan secara komprehensif dan akhirnya memutuskan bahwa tidak cukup bukti untuk menjerat saya. Karena memang itu urusan Wartawan dan pemain solar,” pungkas Calvin Castro.
(*)
