b33f25f3-c56e-48a2-88e7-67df35b33991_20260221183749827

BOLMONGRRAYA, RADARNEWSSULUT.COM –Kondisi jalan nasional di ruas Trans Sulawesi tepatnya di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), terpantau sangat memprihatinkan.

Tim di lapangan pada Sabtu, 21 Februari 2026, mendapati banyak titik jalan berlubang yang tersebar di badan jalan. Lubang-lubang tersebut dinilai membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat, terlebih saat malam hari dan ketika hujan turun.

Sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan berzig-zag untuk menghindari lubang. Kondisi ini tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan.

Aktivis Sulawesi Utara, Calvin Castro, mengaku geram dengan kinerja pihak terkait, khususnya Kasatker PJN Wilayah 2, Rhismono. Ia menilai kerusakan jalan nasional di sepanjang wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong) hingga Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius.

“Jangan sudah ada korban baru seperti kucing kepanasan untuk perbaiki jalan. Ini jalan nasional, bukan jalan kebun. Setiap hari dilintasi masyarakat, kendaraan logistik, hingga angkutan umum,” tegas Castro.

Castro juga menambahkan bahwa kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan minimnya respons cepat terhadap laporan masyarakat.

“Kami melihat ada pembiaran. Jalan berlubang ini bukan baru satu dua hari. Sudah lama dikeluhkan warga. Kalau memang ada keterbatasan anggaran, sampaikan secara terbuka ke publik. Jangan tutup mata terhadap keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Ia mendesak pihak Kastker PJN Wilayah 2 segera turun langsung melakukan pengecekan menyeluruh di ruas Trans Sulawesi wilayah Bolmong dan Bolmut.

“Ini soal nyawa. Jangan tunggu viral, jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Pemerintah pusat melalui balai dan satuan kerja terkait harus bertanggung jawab. Kami minta ada perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang rusak lagi dalam hitungan minggu,” ujarnya dengan nada keras.

Castro juga menegaskan bahwa jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat akan menyuarakan aspirasi melalui aksi terbuka sebagai bentuk protes terhadap buruknya kondisi infrastruktur jalan nasional di wilayah tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar jalan Trans Sulawesi yang menjadi jalur vital penghubung antar kabupaten ini kembali aman dan layak dilintasi.

Hingga berita ini di rilis, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi ke Satker II PJN Wilayah Bolmong Raya Rhismono.

(*)

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *