b33f25f3-c56e-48a2-88e7-67df35b33991_20260410223730100

MANADO, RADARNEWSSULUT.COM – – Musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar yang sedang akan dilaksanakan mulai menimbulkan riak ketidaksukaan para pengurus dan simpatisan Golkar Sulut. Dari mulut ke mulut, sejumlah kader akar rumput Golkar menyesalkan sikap DPP Golkar yang dipimpin Bahlil Lahadahlia yang lebih condong mempertahankan figur Michaella Elsiana Paruntu (MEP) dan tidak mendorong politisi Tonny H Lasut (THL).

Menurut mereka, kalkulasi prestasi MEP tidak sebanding dengan THL apabila ditimang secara obyektif. Sungguhpun di belakang MEP ada sosok Dr Christiany Eugenia Paruntu (CEP), itu bukan fenomena luar biasa karena CEP juga tidak meyokong dengan prestasi besar.

“Apa yang dibanggakan dari CEP dan MEP. Kursi DPR RI saja cuma satu. Itupun suara sah Golkar untuk parlemen dalam kondisi kritis. sementara MEP di bursa Pilkada dua kali gagal. Maju Pilkada Minsel gagal. berharap terakomodir di pencalonan Golkar untuk Pilkada Sulut juga tidak tembus. Lalu dimana prestasinya,” ujar salah satu kader Golkar di Megamas Manado, Jumat (10/4/3026) siang.

 

Menurut dia di tengah mata rantai kegagalan kinerja politik CEP dan MEP, DPP semestinya tidak menutup mata terhadap sosok lain yang lebih superviver bekerja.

“Dan itu paling cocok di sosok THL. Kami juga tahu, dukungan untuk THL itu ada belasan DPD II. Jadi klaim MEP akan menang telak itu cuma kirim informasi agar DPP tidak berubah sikap. itu sama halnya membunuh bibit pemimpin Golkar masa depan,” ungkap kader tersebut

 

(*)

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *