
MINAHASA, RADARNEWSSULUT.COM — Sorak sorai pendukung pecah di Sekretariat Panitia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Pineleng Dua, Jumat (8/5/2026).
Di tengah suasana yang sarat tensi politik desa, warga memadati lokasi untuk menyaksikan langsung penetapan calon sekaligus pengundian nomor urut calon Hukum Tua.
Namun di balik dinamika politik itu, ada sisi lain yang terasa lebih manusiawi. Ya, harapan masyarakat akan lahirnya pemimpin yang dekat dengan rakyat dan memahami denyut kehidupan desa.
Salah satu sosok yang paling menyita perhatian adalah Nicolaus Tangapo atau yang akrab disapa Bro Nico. Saat namanya diumumkan mendapatkan nomor urut 2, sorak pendukung langsung menggema.
Masyarakar mengangkat dua jari ke udara, sementara sebagian lain mendekat untuk memberi selamat.
Bagi Nico, momen itu bukan hanya tentang nomor urut atau strategi politik semata. Ia terlihat beberapa kali menundukkan kepala, mencoba menahan emosinya di tengah antusiasme warga yang terus menyebut namanya.
“Puji syukur kepada Tuhan. Saya percaya semua proses ini terjadi bukan karena kekuatan pribadi, tetapi karena penyertaan-Nya dan dukungan masyarakat yang begitu besar,” ujar Nico dengan suara bergetar.
Di tengah hiruk-pikuk politik desa yang mulai memanas, Nico memilih berbicara tentang persatuan. Ia menilai Pilhut seharusnya menjadi ruang demokrasi yang menghadirkan harapan, bukan perpecahan di tengah masyarakat yang selama ini hidup sebagai satu keluarga besar.
Nomor urut 2 yang diperolehnya pun dimaknai lebih dari sekadar simbol politik. Di mata Nico, angka dua melambangkan keseimbangan antara pemimpin dan rakyat.
“Dua tangan yang saling menggenggam itu artinya kerja bersama. Desa tidak bisa dibangun oleh satu orang saja. Harus ada kolaborasi, gotong royong, dan rasa saling percaya,” katanya.
Pernyataan itu mendapat respons hangat dari sejumlah warga yang hadir. Sebagian mengaku berharap Pilhut kali ini tidak hanya melahirkan pemimpin administratif, tetapi figur yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat politik.
Rapat pleno penetapan calon sendiri dipimpin Ketua Panitia Pilhut, Dr. Sjerly M. Lumi, S.Pd, M.Pd, dan berlangsung dalam suasana kondusif. Panitia resmi menetapkan empat kandidat yang akan bertarung dalam kontestasi Pilhut Pineleng Dua.
Adapun daftar nomor urut calon Hukum Tua Pineleng Dua yakni:
1. Hengky Tangapo
2. Nicolaus Tangapo
3. Agustinus Sinaulan
4. Oldy Koropit
Kini, pesta demokrasi desa memasuki babak baru. Di balik baliho, strategi, dan persaingan politik yang mulai mengeras, masyarakat Pineleng Dua menyimpan satu harapan sederhana: hadirnya pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata dan tetap menjaga persaudaraan di tengah desa.
Usai penetapan calon oleh panitia, dilanjutkan dengan pencabutan nomor Urut, lanjut baron kampung untuk menyapa warga desa Pineleng Dua.
Tampak Nico Tangapo tidak berjalan sendiri, ditemani Istri dan Anak, serta turut diantar Keluarga Besar, terlihat juga Tokoh Masyarakat seperti Bpk. Nico Tangapo dan Bpk Fransiskus Pongantung ikut mengawal dan siap menangkan Calon Hukum Tua Desa Pineleng Dua Nico Tangapo.
(*)
