
RATATOTOK, RADARNEWSSULUT.COM — Aktivitas warga Ratatotok yang menggali material emas kacau akibat diganggu komplotan Brigadir Mobil (Brimob) Kelapa 2 dan beberapa personil TNI. Gerombolan aparat tak diundang itu masuk secara ilegal pada Senin (3/8/2026),
lalu membuang tembakan membabi buta di lahan milik Lole Pantow, wilayah Nona Hoa, Ratatotok, Minahasa Tenggara. Tindakan biadap sekelompok aparat ini membuat para pencari kerja marah besar karena merusak konsentrasi kerja anggota masyarakat Ratatotok.
“Kami ini warga asli Ratatotok yang mencari uang bekerja di lahan tambang. Hanya mencari bayaran Rp250 ribu tiap hari. Sementara kerja tiba – tiba muncul Brimob Kelapa 2 dana anggota TNI main buang tembakan. Sebenarnya mereka itu siapa? Siapa yang bayar mereka untuk datang usir warga asli?,” ujar Jemy, salah satu pekerja yang mengirim dokumentasi insiden pengusiran aparat ke meja redaksi pada Senin pagi.
Menyikapi insiden tembakan liar di lokasi tambang itu , warga meminta Gubernur Sulut Yulius Selvanus agar membantu membangun komunikasi dengan Kapolri dan Panglima TNI untuk segera mengamankan pasukan agar tidak mengganggu masyarakat yang mencari nafkah di lokasi tambang.
“Kami mencari nafkah di tanah warga Ratatotok pak. bukan di atas tanah negara. mohon tertibkan aparat agar tidak mengganggu masyarakat yang fokus bekerja,” pesan Jemy mewakili semua pekerja tambang Nona Hoa, Ratatotok.
(RT)
