Pixlr_20261010123743783

MANADO, RADARNEWSSULUT.COM — Aksi biadap seorang pria yang mengaku dokter dari Siloam Hospital nyaris menewaskan sekuriti Megamas, Manado pada kisaran pukul 02.30 WITA. Pria yang sempat menyebutkan nama dirinya Wiliam itu menunjukan tindakan di luar kesadaran dan berniat menewaskan sekuriti, lelaki berinisial RM alias Risky.

Dijelaskan Risky, insiden tersebut bermula ketika Wiliam menabrak trafficon dan tanda larangan dalam kawasan.

Lanjut Risky, saat itu pukul 02.00 WITA menuju 03.00 WITA. Dia menabrak fasilitas kawasan depan kantor Pemasaran. Kemudian saya membuntutinya. Dan kami berpapasan samping Cafe Mistik. Saya kemudian mencegat dan secara sopan meminta dia menurunkan kaca.

“Tiba-tiba dia bilang “Oh saya tabrak aset ya? Kemudian dia mundurkan mobilnya lalu hendak menabrak saya. Selanjutnya saya lari dan dia mengejar dari belakang memakai mobil,” jelas Risky, Sabtu pagi di kediaman ayahnya.

Selama memburu korban, Risky merasa hampir ditabrak.

“Dari Mistic terus ke belakang Gacoan tinggal depan Hotel Wish Prime. Karena dia begitu tekad menabrak, mobilnya secara brutal menabrak papan petunjuk lalu lintas. Saya terus melaju mencari rekan kerja karena hampir dia tabrak buta-buta dari belakang,” ujar Risky.

Selanjutnya dia mengarah ke pintu dan dicegat sejumlah sekuriti depan klenteng. Disitulah dia mengaku segala hal. Dalam kondisi mabuk berat dia bilang, kalian mau lapor ke Kapolres dan Kapolda ya. Saya ini adik Kapolda. Silahkan lapor,” tantang pelaku dengan nafas bau minuman keras.

Menurut korban Risky, pelaku mengenakan kaos Siloam. Dia kemudian sempat berniat ganti rugi tapi meminta harus ada surat resmi dalam form kantor.

“Cuma karyawan bagian admin sudah pulang,” tutur Risky.

Sesaat kemudian muncul kakak pelaku yang hendak menjemput pelaku .

“Menurut Leader kami, kakak pelaku datang dan minta-minta maaf ke sekuriti. Saya tida tahu karena saya sudah kembali ke area penjagaan, ” ujar Risky.

Risky menambahkan, saat ini mobil pelaku merk Denza tenaga listrik sudah ditinggalkan depan milenium.

” Tapi mungkin sudah diambil,” kata Risky.

Terpisah, ayah Risky M yang merupakan wartawan desk liputan Polda Sulut Tuan Kamrin mendesak manajemen Megamas harus segera menyeret pelaku biadap itu ke Polres Manado atau Polda Sulut.

“Ini tindakan biadap orang yang sesungguhnya harus menyelamatkan nyawa manusia. Dokter kan? Tolong manajemen proses hukum itu. Saya nggak pusing mau dia adik Kapolda kah, atau adik Presiden kah, namanya ada indikator membunuh harus proses hukum. Karena saya urus anak juga keluar duit besar. Kami rawat anak dengan kasih sayang, koq manusia dengan karakter seperti binatang liar seenak perut mau tabrak mati. Bangsat bukan?,” tegas Kamrin.

(**)

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *