
MANADO, RADARNEWSSULUT.COM — Kedatangan sekelompok orang yang menamakan diri Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Polda Sulut, pada Kamis (30/4/2026). Kedatangan kelompok orang berseragam biru ini bertujuan untuk rasa yang isinya meminta Polda Sulut menetapkan status tersangka kepada Rektor Unsrat Prof Dr Ir Berty Sompie.
“Segera tersangkakan Rektor dan harus ada perubahan di Unsrat,” teriak Ferry Seke, pria mengaku Ketua KNPI Sulut.
Setelah ditelusuri, penyebab demo itu karena ada oknum dosen inisial SU yang belum dilantik sebagai Dekan Fakultas Peternakan karena persoalan administrasi. Menjadi memalukan menurut beberapa mahasiswa Unsrat Manado, persoalan yang merupakan administrasi kepegawaian Unsrat, kelompok abal-abal ini kemudian berteriak penjarakan Rektor Unsrat.
“Mereka itu kemungkinan gangguan mental. Urusan administrasi perguruan tinggi koq pergi demo di Polda suruh tersangkakan Rektor Unsrat,” ujar sejumlah mahasiswa di Kampus Unsrat, Kamis siang.
Terpisah, Rektor Unsrat Prof Ir Berty Sompie ketika dikonfirmasi mengatakan, penundaan pelantikan Dekan SU karena ada administrasi yang harus dilengkapi.
“Bukan tidak dilantik. Tapi ditunda,” jawab Rektor .
Lanjut Rektor, kemungkinan besar demo tersebut dibiayai oleh oknum Dosen BR alias Boy.
” Tidak mungkin orang demo buang waktu, cuma disuruh-suruh, ” ujar Rektor.
Sementara itu, salah satu pengunjuk rasa bernama Jhon Pae mengatakan dirinya tidak tahu menahu isi demo.
” Saya di perjalanan tiba-tiba dipanggil seseorang kemudian diberi kaos KNPI,” ungka Pae.
(*)
